Seberapa Besarkah Pengaruh dan Pentingnya Peralatan Mahal Dalam Menghasilkan Suatu Karya Foto?

Beberapa orang pernah mengajukan pertanyaan serupa pada saya. Beberapa orang bahkan pernah saya dengar menyatakan pendapatnya tentang beberapa foto yang bagus menurut mereka yang mereka lihat sedemikian, “Pantaslah fotonya bagus, wong peralatan-nya mahal!”.

Dalam fotografi, peralatan yang paling utama tentunya kamera dan lensa, selain ada peralatan lain yang juga menunjang hasil akhir dari suatu karya foto seperti filter lensa misalnya. Kualitas kamera dan lensa tentunya sangat mempengaruhi hasil. Kamera dan lensa yang mahal itu kualitasnya sudah hampir dapat dipastikan lebih baik dibandingkan dengan kamera dan lensa yang harganya lebih murah. Produsen tentu saja sudah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi (HPP) dengan metode perhitungan HPP yang akurat dari produk-produk keluaran mereka bukan? Produk dengan kualitas terbaik tentu dijual dengan harga selangit. Namun produsen juga menyadari bahwa tidak mungkin mereka menjual produk dengan kualitas tinggi saja. Fotografer profesional dengan fotografi sebagai profesi dan mata pencaharian utama jumlahnya tentu tidak sebanyak fotografer pehobi foto atau amatiran. Sementara disisi lain produsen tetap harus mempertimbangkan kesinambungan usaha mereka. Dengan hanya mengeluarkan produk-produk terbaik dengan harga selangit saja, tentu mereka akan mengalami kerugian. Bayangkan, mereka harus membayar tenaga-tenaga ahli untuk menciptakan produk, membangun pabrik dan tenaga kerja untuk produksi, membuka outlet-outlet, dan biaya-biaya produksi lainnya. Dengan pertimbangan adanya permintaan dari pangsa pasar “pehobi” yang merasa sayang merogoh kantong dalam-dalam untuk sebuah peralatan dengan harga selangit, tentunya membuat mereka harus menciptakan “produk kualitas kedua” yang diperuntukkan bagi konsumen sedemikian. Hal ini tentunya relevan dengan keinginan produsen untuk menciptakan laba sebesar-besarnya. Continue reading

Advertisements