Makna Sebuah Karya Foto

Foto pada dasarnya adalah sebuah gambar yang dihasilkan dari sebuah alat yang biasa disebut kamera melalui proses masuknya cahaya melalui lensa yang kemudian diolah dan disimpan di dalam film menjadi negatif pada kamera analog, atau disimpan dalam memory card setelah diolah di dalam sensor pada kamera digital untuk kemudian di-cuci cetak atau print. Dari awal pembuatannya, mungkin teknologi ini diciptakan hanya untuk memenuhi rasa penasaran para penemu kamera pada masa lampau terhadap suatu fenomena obscura yang mereka temukan, untuk kemudian diwujudkan demi penciptaan suatu penemuan berdasarkan hipotesa mereka. Dan akhirnya memang penemuan fenomenal ini sangat membantu dalam hal pen-dokumentasi-an sebuah kejadian yang biasa dilakukan terutama di jaman sekarang oleh para jurnalis dan pencari berita.

Pada jaman dahulu kala, mungkin yang didokumentasikan hanyalah sebuah potret wajah berupa lukisan dari seseorang yang memiliki pengaruh besar bagi orang-orang pada jamannya, atau lukisan dari seseorang yang memiliki arti besar bagi sang seniman lukis itu sendiri. Seiring dengan ditemukannya kamera, membawa dampak kepada kebutuhan orang terhadap keahlian para seniman lukis menjadi berkurang. Orang lebih memilih mengabadikan potret diri mereka dengan menggunakan kamera yang mampu menciptakan sebuah gambar dengan lebih cepat, tanpa harus memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan proses pembuatan sebuah lukisan. Bukan hanya itu, perkembangan teknologi kamera yang sedemikian pesat dari waktu ke waktu hingga sampai pada era digital ini, membuat sebuah foto bukanlah menjadi hal yang sulit.

Sejak ditemukannya kamera SLR awal yang masih menggunakan film sebagai media penyimpan gambar, mungkin pembuatan sebuah foto tidaklah terlalu mudah. Ada istilah orang jaman dahulu yang mengatakan, “Kalau fotonya jadi, cetak beberapa lembar ya. Saya mau juga.” setelah gambarnya diambil. Dengan menggunakan film, ada kemungkinan bahwa foto bisa saja tidak jadi. Kendala bahwa hasil akhir foto yang baru bisa dilihat setelah proses cuci cetak film dilakukan, serta kendala-kendala lain seperti pencahayaan yang salah pada saat mengambil gambar atau kesalahan proses cuci cetak film itu sendiri menunjukkan bahwa proses pengambilan gambar pada saat teknologi fotografi masih mengenal film sebagai media penyimpan gambar belumlah optimal. Dengan munculnya teknologi terbaru, yaitu teknologi digital, semuanya terasa menjadi lebih mudah. Hasil akhir foto langsung bisa dilihat sesaat setelah pengambilan gambar dilakukan. Perkembangan kamera digital dimana setiap perangkat kamera digital memiliki fitur-fitur canggih juga semakin memudahkan orang untuk mengambil foto. Bila jaman film orang harus paham betul tentang tehnik pencahayaan atau yang dikenal dengan eksposur pada fotografi untuk menghasilkan sebuah gambar yang baik dalam artian memiliki pencahayaan yang cukup, pada era digital ini dengan hanya memutar mode auto yang terdapat pada semua jenis perangkat kamera digital, sebuah gambar dengan pencahayaan yang cukup sudah bisa didapatkan dengan mudah. Sangat mudah sehingga semua orang bisa menciptakan sebuah gambar dengan pencahayaan yang cukup tanpa harus paham betul tehnik pencahayaan.

Seiring dengan adanya kamera, muncul lah seniman baru yang biasa disebut dengan istilah juru foto atau fotografer. Tidak semua orang bisa dikatakan fotografer. Bila semua orang yang mengambil sebuah gambar menggunakan media kamera digital yang canggih dapat dikatakan sebagai seorang fotografer, mungkin semua orang yang hidup di dunia ini bisa disebut sebagai fotografer. Seseorang mungkin bisa disebut sebagai fotografer bila ia memiliki pengetahuan yang baik tentang pencahayaan, serta tehnik-tehnik fotografi lainnya, dan berprofesi sebagai fotografer dalam artian memiliki mata pencaharian sebagai fotografer. Mungkin juga seseorang bisa dikatakan sebagai fotografer bila ia mampu menciptakan suatu karya foto yang memiliki citarasa seni yang diakui oleh orang lain terutama oleh fotografer, serta penikmat dan pemerhati foto. Namun predikat seseorang dapat disebut sebagai fotografer yang baik atau handal, tidaklah cukup hanya dengan mengetahui dan memahami dengan baik tehnik pencahayaan dan tehnik fotografi lainnya.

Saya pribadi lebih melihat seorang fotografer sebagai fotografer yang handal bila ia mampu menciptakan sebuah karya foto yang memiliki makna. Sebuah foto memiliki makna apabila foto tersebut mampu menciptakan emosi dan mempengaruhi orang-orang yang melihatnya untuk tergerak melakukan sesuatu berdasarkan apa yang disampaikan oleh si fotografer melalui karya fotonya. “Foto yang berbicara!” tepatnya. Sebuah karya foto yang bermakna dapat membawa kita kedalamnya, sehingga turut merasakan apa yang diperlihatkan dalam karya foto tersebut. Sebuah karya foto yang bermakna mampu membuat bulu kuduk kita berdiri seketika terlebih saat kita akhirnya memahami apa yang ingin diperlihatkan si fotografer dalam karya fotonya. Sebuah karya foto yang memiliki sebuah makna yang kuat bahkan terkadang dapat membuat kita tersenyum, tertawa, terkejut, terperanjat, takut, merasa jijik, bahkan menangis. Begitu kuatnya sebuah karya foto kadang bahkan dapat merubah cara pandang dan pola pikir seseorang, dan menggerakkan seseorang bahkan sekelompok orang berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang diperlihatkan oleh karya foto tersebut.

Salah satu contoh karya foto yang bagi saya sarat dengan makna yang begitu dalam adalah sebuah karya foto Rahman Roslan, seorang fotografer dengan genre Social dan Humanity Photography berwarga negara Malaysia, yang berjudul Nur dalam kategori Photo Essay – silahkan klik link ini untuk melihatnya. Nur adalah seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dan mengalami penyiksaan dari majikan Malaysia-nya. Saya meminta anda untuk tidak membenci orang-orang Malaysia setelah anda membaca tulisan saya ini. Tidak semua orang Malaysia bisa dikatakan jahat hanya karena perbuatan keji segelintir orang yang kebetulan berwarga negara Malaysia. Banyak juga orang Indonesia yang melakukan perbuatan keji serupa, bahkan lebih terhadap sesamanya, sama halnya dengan orang-orang dari belahan dunia lain dengan kewarganegaraan yang berbeda. Rahman Roslan sendiri, sebagai warga negara Malaysia, turut mengecam perbuatan yang dilakukan oleh warga negara-nya sendiri atas penderitaan yang dialami oleh Nur.

Karya foto Rahman Roslan ini begitu menyentuh dan mengingatkan kita untuk tidak memperlakukan sesama kita secara semena-mena layaknya bukan manusia. Tidak ada satupun foto karya Rahman Roslan tentang Nur ini yang menunjukkan seperti misalnya wajah Nur yang babak belur akibat siksaan majikan terdahulunya itu, atau bukti-bukti penyiksaan fisik yang mungkin dialaminya. Namun karya-karya foto ini menceritakan dampak dan kenangan akan ketersiksaan Nur di masa perantauannya, perjalanan Nur kembali ke kampung halamannya, dan kebahagian Nur saat kembali berada di tengah-tengah keluarganya. Maknanya yang begitu kuat membuat saya, salah satu pemerhatinya, turut merasakan apa yang dirasakan oleh Nur dan keluarganya akibat penderitaan Nur selama masa perantauannya dan kebahagiaan mereka saat Nur telah kembali di tengah-tengah keluarganya di kampung halaman.

Mungkin keberhasilan Rahman Roslan dalam membuat karya-karya fotonya hingga memiliki makna yang penuh arti adalah ketepatan Rahman Roslan dalam menangkap setiap momentum yang terjadi dengan sempurna, penggunaan tehnik pencahayaan dan komposisi yang menarik, serta pengemasan karya-karya fotonya dalam format hitam putih – karya foto dalam format hitam putih dapat membawa pemerhatinya langsung terpusatkan pada subyek utama karya foto, terutama pada ekspresi-nya, tanpa terganggu oleh kehadiran warna-warna, yang pada akhirnya menggambarkan secara jelas dan gamblang tentang apa yang dirasakan dan dialami oleh Nur terutama, serta keluarganya. Dan itulah yang saya maksudkan dengan “makna sebuah karya foto”.

2 responses to “Makna Sebuah Karya Foto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s